Travel Makes Friends

1 September 2023 138x Perjalanan

Beranda » Perjalanan » Travel Makes Friends

Selepas makan malam, saya melakukan obrolan dengan rekan pejalan lainnya yaitu Emilia, Maria, Noi, dan Mei dari Spanyol. Mereka berempat bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Granada. Ini perjalanan perdana mereka ke Flores dan ke Indonesia dan perjalanan kedua mereka pasca pandemi Covid19. Sebelumnya mereka traveling ke wilayah Amerika Selatan.

“Ini pertama kali kami ke Indonesia. Sebelum ke Labuan Bajo kami ke Nusa Penida, Gili, dan Komodo. Kami mendapati informasi tentang Wae Rebo di internet”, jelas Emelia dengan Bahasa Inggris aksen Spanyol.

Tadi malam, kampung kecil nan sunyi di ketinggian 1100an mdpl ini lumayan ramai pengunjung. Dua Mbaru Niang kapasitas dua puluhan orang yang memang khusus diperuntukkan untuk penginapan pengunjung terisi semua. Suasana ramai, riuh dengan obrolan saat dan selepas makan malam.

Selain Emilia dan tiga kawannya, tamu asing lainnya yang menginap adalah satu keluarga dari Ukraina dan sepasang kekasih dari Kanada. Yang lainnya tamu domestik, sekeluarga dari Jakarta, anak-anak muda dari Makassar, dan tiga mahasiswa dari Malang. Kawan-kawan dari Malang ini memilih traveling melalui jalur laut dari Surabaya dengan kapal Pelni. Lalu ke Wae Rebo dengan sepeda motor dan Jumat besok akan ikut sailing open trip ke Taman Nasional Komodo.

“Kami sengaja memilih Kapal Pelni dari Surabaya biar murah”, jelas salah satu diantaranya sambil terkekeh.

Ada yang sudah tiba di Wae Rebo pada siang kemarin, ada juga yang baru tiba di Wae Rebo pukul sepuluh malam lantaran memulai treking dari Pos 1 sekitar pukul enam lewat.

“Jalan malam, pakai senter. Hanya lihat batu-batu”, kata mereka. Seorang porter, orang asli Wae Rebo menemani perjalanan mereka dari Pos 1 hingga kampung Wae Rebo. “Kami sendiri, tiba di Dintor siang kemarin dan memulai treking ketika hari hampir gelap”.

Beberapa pengunjung ini akan kembali ke Labuan Bajo. Mereka melakukan tour dua hari satu malam Labuan Bajo – Wae Rebo. Sementara yang lainnya dalam perjalanan dari arah timur ke barat yaitu dari Maumere ke Labuan Bajo. Kemudian yang lainnya lagi, seperti grup kami, dalam perjalanan dari barat ke timur yakni Labuan Bajo hingga Maumere. Ada yang datang mengendarai sepeda motor, ada yang menggunakan mobil.

Dalam perjalanan pulang dari Wae Rebo ke Dintor, kami berjumpa dengan dua gadis dari Jogja. Mereka mengenderai sepeda motor sewaan dari Labuan Bajo, tour ke Wae Rebo dengan bantuan penunjuk arah dari google map. Hebat sekali mereka (membayangkan akses jalan berkelok-kelok dan beberapa ruas jalan yang rusak dan menggunakan motor matic).

Inilah Wae Rebo, inilah Flores. Orang dari mana-mana datang, berjumpa, merayakan alam dan budaya, merayakan perjumpaan, merayakan perkawanan lintas bangsa. Semua bersatu dalam bahasa penghargaan akan warisan alam dan budaya yang indah nan mempesona. Flores Nusa Bunga.

Foto & Teks: Boe Berkelana

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.